Antara Marah dan Kenikmatan Bercinta

Posted: November 20, 2009 in Dear Diary
Tags: , , , ,

Hari itu sudah jam 8 malam, dan Laudia masih sibuk mengetik proposal. Belakangan ini kantor konsultan asing di mana dia bekerja sebagai sekretaris memang sedang sibuk-sibuknya. Banyak perusahaan lokal yang meminta jasa dalam mereorganisasi perusahaan mereka.Di sela-sela kesibukan mengetik proposal, sesekali Laudia layangkan pandangan ke ruang tengah yang masih benderang. Di sana terdapat Mr. Maurice, Mrs. Elisabeth dari Philipinnes, Bapak Edwin dan Mr. Gregory dari England. Rupanya mereka masih membicarakan rapat untuk besok hari.Satu jam berlalu, terlihat Mrs. Elisabeth meninggalkan ruangan untuk pulang. Begitu pula Mr. Gregory. Tinggal Mr. Maurice dan Bapak Edwin yang masih terlihat serius berdiskusi. Proposal yang dibuat Laudia pun sudah selesai, sekarang tinggal menge-print-nya. Sambil menunggu selesainya hasil print, Laudia membuka kancing kemeja. sambil mengelus-elus sendiri buah dadanya di balik kemeja biru yang dia pakai hari itu.beberapa hari itu libido Laudia memang meninggi. dipejamkan matanya sambil menaikkan kakinya ke atas meja dan menyelipkan tangan kanannya ke dalam celana dalam.dibayangkannya Mr. Maurice lah yang sedang mengusap-usap puting payudara dan klitorisnya. Sesekali Laudia memasukkan kedua jari ke dalam lubang vaginanya, dan dirasakannya kontraksi nikmat dari kedua paha.Tiba-tiba Laudia tersadar bahwa printer telah selesai bekerja, dan saat dia membuka mata untuk melihatnya. Hati Laudia terperanjat sekali ketika mendapati Mr. Maurice dan Bapak Edwin sedang terpana melihat dirinya. Entah kapan mereka masuk ke dalam ruangannya.Wajah Laudia merah membara dan segera dia merapikan kemeja dan rok pendeknya sambil mengambil proposal yang baru selesai diprint.Tiba-tiba Mr. Maurice memeluk dari belakang, dengan tangannya yang kekar dia berusaha menolehkan wajah Laudia. Bibir Laudia dilumatnya dengan kasar.Laudia tersentak dan berusaha melawan. Pada saat itu juga Edwin memegangi kedua tangannya, membuat Laudia semakin memberontak ketakutan. Laudia menjerit minta tolong, tapi tidak ada yg mendengar jeritan itu,Mr. Maurice menutupi mulut Laudia dengan tangannya, dan dengan bantuan Bapak Edwin, mereka menyeret Laudia ke sofa di ruangan Mr. Maurice. Rontahan Laudia sia-sia saja. Tangan Bapak Edwin sedemikian keras memegangi pergelangannya, sampai sakit rasanya. Mr. Maurice kemudian membuka paksa kemejaLaudia sampai beberapa kancingnya copot, kemudian dia menurunkan BHnya, dan tanpa ragu-ragu melumat puting payudara Laudia.Oohh.., Laudia tidak tahu apa yang dia rasakan. Antara rasa marah, kesal, benci, juga rasa nikmat bercampur aduk. Puting susu Laudia dipermainkan oleh lidah bulenya yang lebar dan panas. Ah.., membuat Laudia terpejam-pejam menahan nikmat. Sementara itu mulut Laudia dicium secara ganas oleh Pak Edwin.Pak Edwin kemudian menggunakan kemeja satin Laudia untuk mengikat kedua pergelangan tangannya di sofa. Jilatan mulut Mr. Maurice sudah turun sampai ke vagina. Laudia meronta-rontakan kaki dengan sepenuh tenaga, namun dia tidak berdaya melawan desakan tangannya membuka kedua paha.Sekarang kedua dengkulnya menindihi kaki Laudia.lelaki itu mulai membuka celana panjangnya. Tidak lama kemudian terbukalah batang kemaluan besar miliknya yang sudah sedemikian tegang dan memerah. Pak Edwin juga sudah mengeluarkan penisnya yang panjang dan besar, dia paksakan senjatanya memasuki mulut Laudia.”Pak Edwin..! Jangan Pak..!” rintih Laudia penuh iba.Namun Pak Edwin tidak mendengarkan ocehan Laudia. Batang kemaluannya yang besar segera memenuhi mulut hingga tenggorokan. Agak susah bernapas jadinya. Pantatnya dimaju-mundurkan, membuat mulut Laudia tersedak-sedak oleh penis panjangnya. Di bagian bawah Laudia merasakan sebuah benda tumpul yang besar dan panas memasuki vagina dengan paksa. Ouughh..! Besar sekali, agak susah masuknya. Laudia sudah tidak dapat menjerit karena mulutnya sibuk dengan batang kemaluan Pak Edwin.Walaupun Laudia mencoba terus meronta, namun sebenarnya dia sangat menikmati perbuatan kasar kedua atasannya itu. Tangan Mr. Maurice memegangi paha Laudia lebar-lebar dan menancapkan batang besarnya secara cepat dan berulang-ulang.Laudia merintih sakit bercampur nikmat setiap kali ujung kemaluannya menyentuh liang peranakannya.”Ohh.., oh.. ah..! Ampun Mister.., please stop it..! You hurt me..!” Laudia berusaha menjerit di antara batang kemaluan Pak Edwin yang keluar masuk mulutnya dengan cepat.Mereka menikmati posisi itu selama 5 menitan, kemudian Mr. Maurice mengambil inisiatif untuk menunggingkan posisi Laudia. Tangan Laudia yang masih terikat di pinggir sofa. Wanita itu agak terpelintir ketika dengan paksa dia menarik pantat Laudia dalam posisi dogie style. Sekali lagi dia memperkosa Laudia dari belakang. Batang kejantanannya terasa lebih besar dengan posisi ini.Tidak terasa vagina Laudia menjadi basah karena sebenarnya diapun menikmati permainan ini. Mulut Laudia mulai merintih-rintih nikmat.”Oh God..! Ssshh..! Ahh..! Ooh..! Sshh..!” desah Laudia tidak ragu lagi.Laudia merasakan kenikmatan yang sangat dengan posisi itu, apalagi Pak Edwin sekarang mengulum puting payudaranya yang tergantung ke bawah sambil meremas-remasnya.Giginya yang rapi sesekali menggigit halus puting Laudia, membuat Laudia serasa di awang-awang.”Oh Yeaahh.., sshh.. oh..!”Laudia mengoyang-goyangkan pinggul untuk mengimbangi hempasan pinggul Mr. Maurice. Sesekali dia menampar pantat Laudia yang menungging ke arahnya dengan keras. Ah..! Nikmat sekali tamparan itu.Pak Edwin rupanya tidak sabar ingin merasakan lubang kenikmatan Laudia. Dengan kasar dia membuka ikatan di pergelangan tangan, dan kemudian Mr. Maurice duduk di sofa. Pak Edwin mendorong tubuh Laudia untuk naik ke pangkuan Mr. Maurice sambil menghadap ke sofa. Sambil mencekram tengkuk Laudia, Pak Edwin meraih vagina Laudia dari pantat yang membuatnya dalam posisi menungging. Mr. Maurice di depan dan Pak Edwin di belakang. Laudia hanya tersanggah oleh kedua dengkul yang terlipat di atas sofa,Mereka kemudian memasukkan batang kemaluannya di vagina dan lubang anus Laudia.”Oohh..!” Laudia menjerit panjang ketika batang kemaluan Pak Edwin memasuki lubang pantatnya dari belakang.Sakit, tapi saraf-saraf pinggul sangat terangsang oleh tusukannya. Sementara itu penis Mr. Maurice sudah kembali memasuki lubang kemaluan Laudia. Nikmat sekali rasanya digauli oleh kedua pria ini, baru sekarang inilah Laudia merasakan dua batang kemaluan memasuki tubuh ini sekaligus dari depan dan belakang.Mulut Mr. Maurice menghisap-hisap puting payudara Laudia dengan kasar sambil terus menusukkan penis raksasanya. Pak Edwin menjambak rambut Laudia dari belakang sambil terus menghela batang kejantanannya keluar masuk lubang pantat. Laudia meremas rambut pirang Mr. Maurice karena tidak tahan oleh kenikmatan yang dia rasakan. Dari mulutnya keluar desisan-desisan nikmat. Begitu pula deruhan napas pendek dan tidak beraturan dari Pak Edwin yang membuat Laudia juga semakin bernafsu. Keduanya menggauli Laudia dengan semakin cepat dan semakin panas, seperti sedang mengejar sesuatu. Akhirnya pertahanan kemaluan Mr. Maurice pecah, dan kedua tangannya menekan bahu Laudia ke bawah untuk memaksakan batang penisnya tetap di dalam liang kewanitaan Laudia ketika air maninya keluar. Oooh.., Laudia merasakan semprotan air maninya di dalam liang peranakannya. Mr. Maurice mengerang kuat dengan mata terpejam dan meremas kuat-kuat susu Laudia,Sementara itu Pak Edwin sudah hampir mencapai puncak kenikmatannya! Helaan pantatnya semakin cepat, dan akhirnya ditumpahkan air maninya di dalam pantat Laudia sambil mengerang dan mencakari punggung Laudia. Baru kali ini Laudia merasakan semburan sperma di lubang pantatnya, sungguh nikmat.Bagian bawah pinggul Laudia basah kuyup oleh keringat dan air mani kedua pria tampan itu. Pak Edwin menghempaskan dirinya di sofa, di sisi Mr. Maurice yang masih merasakan dirinya berada di langit ketujuh menikmati orgasmenya. Mereka kemudian memeluk dan menciumi Laudia dengan sangat lembut dan mesra, sambil meminta maaf atas perbuatan mereka itu. Laudiapun mengakui kepada mereka bahwa sebenarnya ia sangat menikmati ‘perkosaan’ itu.Kejadian malam itu tidak berhenti sampai disitu, karena sejak malam itu Laudia jadi ketagihan melakukan seks dengan lebih dari 1 lelaki. Dan Laudia mulai dijadikan sebagai pemuas dan sarana pelampiasan nafsu lelaki-lelaki maniak.

Comments
  1. Riyan says:

    Q siap Melayani & Memuaskn anda’ GRATIS,,,
    Umur 23 thn’ Tinggl di Jkrta/JakSel,
    Tlp: 087775557957
    Call me ya,,, Q tnggu scepat’a,,,???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s